Love With Care

Who do you choose?

Article by: Agung Christian PAK 2010 Pada hari-hari ini menjelang peritiwa penting dalam sebuah negara, banyak terjadi persaingan diantara banyak orang, kelompok ini dan kelompok itu, pengikut ini dan pengikut itu. Ini merupakan momen penting yaitu memilih pemimpin negara, banyak persaingan, propokasi dan bahkan intimidasi antar manusia dan sesamanya. Terkadang ada beberapa orang yang mempengaruhi sesamanya agar mendukung dan mengikuti pemimpin yang dianggapnya hebat adalah sebuah sikap yang didorong dari perasaan yang muncul dari sebuah keutungan yang didapatkannya dari pribadi yang dianggap pemimpin, entah keuntugan materi, moral bahkan jiwa. Sikap seperti ini adalah sikap yang tidak didasari dengan pengetahuan dan pemikiran yang sehat, manusia hanya bisa mendukung dan membanggakan sesuatu asalkan objek yang dibanggakan memberinya keuntungan. Bagi seseorang yang berhati nurani yang sehat dan berpengetahuan yang baik ini bukanlah hal yang mudah, karena memilih dan mendukung seorang yang hendak diangkat menjadi pemimpin diperlukannya analisa dan pemahaman yang baik terhadap pemimpin yang hendak dipilih. Apa yang saya katakan di atas adalah kebenaran, dimana banyak orang berusaha saling mengintimidasi dan bersaing secara tidak sehat adalah tradisi setiap orang dalam suatu kelompok yang berbeda, ini diakibatkan pendukung yang tidak didasari dengan pemikiran dan hati nurani yang murni walaupun beratas namakan agama. Persaingan yang terjadi bukanlah persaingan kompetisi, tetapi persaingan konfrontasi. Persaingan kompetisi adalah persaingan yang menerima kekalahan dan mendukung yang menang, tetapi persaingan konfrontasi adalah persaingan untuk menjatuhkan lawan dan bahkan merendahkannya, dengan menghalalkan segala cara agar mendapatkan kemenagan. Inilah tradisi banyak orang melakukan persaingan konfrontasi dan menjadi propokasi sehingga terlihat kuat dan yakin menang. Sadarlah bahwa dengan cara ini akan menghancurkan masa depan dan generasi kita, sudah tidak ada cara yang sehat dan persaingan yang baik dalam sebuah pesta rakyat. Mengapa kita harus memerlukan pikiran yang jernih dan hati nurani dan bijaksana untuk dapat memilih seseorang yang akan menjadi pemimpin dan bahkan menjadi figur bagi khlayak banyak?… Jawabannya adalah:

  1. Kenali dan ketahui, bagaimana mungkin anda memilih seseorang yang anda belum tau dan belum jelas siapa dirinya dan apa pengaruhnya dia.
  2. Sadari bahwa setiap orang tidaklah sempurna, dan pasti memiliki kekurangan.
  3. Jika anda memilih berdasarkan kesadaran, pikiran yang jenih dan hati nurani yang murni, saat pemimpin melakukan kesalahan, sengaja atau tidak andapun tidak kecewa dan mencelanya.
  4. Orang yang mengerjakan sesuatu dengan hati yang bersih, maka ia tidak saling menjatuhkan dan menjadi propokator.
  5. Apa dan siapa yang anda pilih adalah keputusan anda.

Mungkin saya akan membantu membuka wawasan anda dan mengajak anda perpikir bagaimanakan cara memilih pemimpin yang baik, minimal saya akan memberitahukan anda pemimpin yang baik itu seperti apa dan bagaimana:

  1. George R. Terry Northwestern University 16th President 1961. CE, University of Cincinnati MBA, PhD, Northwestern University. Academy of Management

Pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut : 1) Mental dan fisik yang energik, 2) Emosi yang stabil, 3) Pengetahuan human relation yang baik, 4) Motivasi personal yang baik, 5) Cakap berkomunikasi, 6) Cakap untuk mengajar, mendidik dan mengembangkan bawahan, 7) Ahli dalam bidang sosial, dan 8) Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial

 

 

2. Horold Koontz dan Cyrel O’Donnel

Ciri-ciri pemimpin yang baik adalah : 1) Tingkat kecerdasan yang tinggi, 2) Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan, 3) Cakap berbicara, 4) Matang dalam emosi dan pikiran, 5) Motivasi yang kuat, dan 6 ) Penghayatan terhadap kerja sama.

 

 

  1. Dr.Yakob Tomatala (Dosen, Motivator Kepemimpinan), Pendidikan: STT Jaffray, Asian Theological Seminary (Master of Divinity – M.Div, 1982/83) dan Alliance Biblical Seminary (Master of Intercultural Studies – M.I.S, 1983, tamat dengan Academic Honor), di Quezon City, Manila – Filipina. Theological Seminary, School of World Mission, Pasadena, California U.S.A (Master of Arts – M.A in Missiology, dan Doctor of Missiology – D.Miss in Leadership Development, tahun 1990) dan Post Doctoral Studies di Institute of Islamic Studies, Asia Pacific Theological Seminary, Baguio City, Filipina, pada tahun 1998.

“Seorang pemimpin harus menjadi seorang yang mampu memanejemen suatu konflik, artinya ia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan segala masalah dan konflik yang terjadi disekitarnya, dan seorang pemimpin tidak boleh menimbulkan konflik, tidak banyak bicara, banyak mendengarkan dan tepat sasaran dalam bertindak.”   4. Sebuah studi tentang kepemimpinan yang efektif menunjukkan bahwa terdapat dua hal yang menjadi prinsip dasar kepemimpinan yang efektif, yaitu (1) Rasa saling percaya, dan (2) Komunikasi. Kedua unsur tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut : (1) Rasa saling percaya. Rasa Percaya pada pemimpin merupakan indikator bahwa pengikut merasa puas dengan kepemimpinan pada organisasi tersebut. Dalam konteks yang lebih umum, rasa saling percaya harus ada antara pemimpin dan yang dipimpin. Bila pengikut tidak mempercayai pemimpin, mereka tidak akan spenuhnya mengikuti kebijaksanaan yang telah diambil. Sebaliknya bila pemimpin tidak mempercayai pengikutnya pengikutnya, ia akan cenderung membuat keputusan-keputusan yang tidak rasional. (2) Komunikasi. Komunikasi adalah kemampuan mutlak yang harus dikuasai oleh seorang pemimpin yang baik. Ia perlu berkomunikasi dengan pengikutnya untuk membantu mereka memahami visi yang ingin dicapai, berbagi informasi mengenai pencapaian dan bagimana mereka dapat berkontribusi untuk mencapai hasil yang lebih baik.

  1. Beberapa karakteristik yang perlu dimiliki orang yang ingin jadi pemimpin efektif adalah :
  • Memiliki Visi Ke depan. Pemimpin yang efektif harus memiliki visi yang jelas. Visi yang jelas dapat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seseorang pemimpin adalah seorang inspirator perubahan dan visioner, yaitu memilki visi yang jelas ke mana organisasinya akan menuju. Seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk mengimplemen tasikan visi tersebut ke dalam suatu tindakan yang diperlukan untuk mencapai visi tersebut.
  • Memiliki Kecakapan Teknis. Meskipun seorang pemimpin tidak harus menguasai tugas-tugas teknis anggotanya secara rinci, namun pemimpin yang baik dan efektif harus memiliki kecakapan teknis yang berkaitan dengan bidang tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Membuat Keputusan Tepat. Seorang pemimpin harus dapat menyelesaikan setiap masalah dengan membuat keputusan yang tepat, berdasarkan informasi yang akurat dan perencanaan yang jelas mengenai aktivitas organisasi.
  •  Berkomunikasi dengan Baik. Pemimpin harus memastikan setiap deskripsi tugas dimengerti oleh anggota, dilaksanakan, dan diawasi. Selain yang berkaitan dengan pekerjaan, pemimpin juga harus dapat menggunakan kemampuan komunikasinya untuk membangun hubungan interpersonal dengan bawahan maupun pihak manajemen.
  • Memberikan keteladanan. Pemimpin yang baik tidak saja memberikan arahan, tetapi juga memberikan keteladanan dan contoh yang baik. Kata-kata tidak akan memiliki kekuatan bila orang yang mengucapkannya melakukan hal yang berlawanan. Seorang pemimpin juga perlu bersikap rendah hati, realistis, dan ramah.
  • Mampu Mempercayai Orang. Seorang pemimpin yang baik harus dapat menilai kemampuan orang/anggota dan mendelegasikan tugas berdasarkan hasil penilaian itu. Ia tidak akan dapat mendelegasikan tugas bila tidak mempercayai orang lain. Sehebat apapun seorang pemimpin, tetap saja ia tidak akan mampu mengerjakan suatu tugas yang besar dan kompleks sendirian. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat mempercayai orang lain tanpa kehilangan kewaspadaan.
  • Mampu Menahan Emosi. Pemimpin yang baik perlu memiliki kemampuan menahan emosi. Bukan sekedar hanya menghindari marah-marah yang tidak beralasan, tetapi juga harus mampu menyembunyikan kepanikan dan kekhawatiran dalam menghadapi masalah. Secara psikologis, bila pemimpin terlihat panik, anak buahnya pun cenderung untuk ikut panik.
  • Tahan Menghadapi Tekanan. Pemimpin yang baik harus tahan menghadapi tekanan, dari arah manapun datangnya. Banyak orang berpikir bahwa menjadi pimpinan itu menyenangkan karena tinggal perintah anggota. Padahal, tekanan terbesar untuk berhasil, berada di pundak pemimpin. Bila pemimpin tidak tahan menghadapi tekanan, ia akan membuat kesalahan-kesalahan fatal yang menggiring pada kegagalan.
  • Bertanggung Jawab. Salah satu tugas seorang pemimpin adalah membuat keputusan. Ketika keputusan sudah diambil, semua pihak dalam organisasi harus mendukungnya. Bila ternyata keputusan yang diambil berdampak buruk, maka pemimpin tersebut harus berani bertanggung jawab dan tidak sekedar melemparkan kesalahan pada orang lain. Bentuk tanggung jawab tidak hanya mengakui kesalahan, tetapi juga hrs dapat memberikan solusi dari permasalahan tersebut.
  • Mengenali Anggota. Seorang pemimpin perlu mengenali seluruh anggota, tidak hanya sekedar nama para anggotanya. Pemimpin juga perlu mengetahui kemampuan dan karakter dari anggotanya sehingga tiap orang ditempatkan pada posisi yang tepat dan saling bersinergi.
  • Cekatan dan Penuh Inovasi. Dalam menghadapi peluang dan ancaman, seorang pemimpin yang baik perlu memilki sifat cekatan serta berani berinovasi. Artinya pemimpin harus sigap bertindak terhadap perubahan situasi dan berinovasi dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada sesuai sumber daya yang tersedia .
  • Mampu mempersatukan. Seorang pemimpin akan memandang banyak orang dengan satu derajat yang sama, walaupun beda warna kulit, suku, kaum, bahasa, agama dan latar belakang merupakan keragaman setiap manusia yang menjadi ciri yang dimiliki setiap orang. Mampu menyetukan perbedaan dan menghargai satu sama lain dan tidak menciptakan perbedaan yang menimbulkan konflik dan masalah.

Inilah yang saya bisa sampaikan kepada anda sekalian, semoga bisa membantu dan memberi pencerahan bagi anda yang bingung siapakah yang harus anda pilih, harus ingat kalimat ini “JANGAN PERNAH MELIHAT MASA LALU, LIHATLAH NIAT DAN APA YANG HENDAK DIKERJAKAN SESEORANG, SEBAB TIDAK ADA YANG SEMPURNA DIMUKA BUMI INI”, pilihan adalah sebuah keputusan anda dan bertanggunjawablah, bersyukurlah senantiasa, hargai dan kasihi sesama, dan mulailan lakukan yang terbaik,jangan hanya bisa menuntut tetapi juga harus mampu memberi contoh. “SELAMAT MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK MEMILIH” God Bless You

 

Sumber: http://agungchristian92.wordpress.com/2014/06/13/who-do-you-choose/

%d blogger menyukai ini: